SEARCH PKS post

Showing posts with label Info PKS. Show all posts
Showing posts with label Info PKS. Show all posts

3/01/2009

Temporary non active

Teman-teman,

Berhubung sampai saat ini, masih dalam proses pergantian pengurus,
WeBlog ini sementara tidak aktif.

Terima kasih,
Salam

Read More......

2/08/2009

Program Malam Smart FM

Mulai bulan Pebruari ini, suasana malam Smart Listener akan lebih semarak dengan sajian musik-musik terseleksi.
Ada musik Indonesia, Country, Jazz, Adult Contemporary, Soul, R&B dll.

Semuanya dikemas dalam obrolan santai dengan berbagai topik terpilih.
Live Interaktif..........

So.... Stay tune di
95,9 Smart FM Jakarta

Senin sampai Jum'at
Pk.21-23 wib


Jaringan BLoGGER

Read More......

2/02/2009

Berita Kelahiran

Segenap Crew Smart FM Network menyampaikan :
SELAMAT ATAS KELAHIRAN PUTRI PERTAMA DARI,

ARIEL NOVIANDRI - (Crew Smart FM Semarang)

pada tgl 2 Pebruari 2009

Selamat Berbahagia yaa....

Jaringan BLoGGER

Read More......

1/06/2009

Berita Kelahiran

Segenap Crew & Pengurus menyampaikan :
SELAMAT ATAS KELAHIRAN PUTRA KE-2 DARI,

OKTA - (Crew Smart FM Jakarta)

pada tgl 5 Januari 2009

Selamat Berbahagia yaa....

Read More......

12/31/2008

NeW yEAR 2009



Best Wishes for all Smart FM Crew

Read More......

12/30/2008

Tahun Baru Penuh Motivasi di 95.9 Smart FM

Orang bilang tahun 2009 adalah tahun sulit dan penuh tantangan.

Namun mari kita sambut tahun baru 2009 dengan semangat dan penuh optimisme.

Ikuti rangkaian acara yang penuh motivasi dalam program tahun baru SmartFM.

Menghadirkan:

Prie GS

Country Music Club Indonesia

Eksklusif interview bersama Ketua KPK dan Menteri Tenaga Kerja.

Interview dengan para motivator SmartFM Network

dan program-program menarik lainnya.


Disiarkan di seluruh jaringan SmartFM Network mulai sore, 31 Desember hingga malam detik-detik pergantian tahun.

Tahun baru penuh motivasi di 95.9 FM SmartFM Jakarta.


Read More......

12/24/2008



Salam untuk seluruh rekan-rekan Network!

Read More......

11/17/2008

LBH Pers Mengecam Keras Kriminalisasi Pers di Makassar

Pernyataan Sikap

Kriminalisasi terhadap jurnalis kembali terjadi, kali ini yang menjadi korban adalah Koordinator Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makassar, Upi Asmaradhana. Yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan fitnah dan penghinaan terhadap Kepala Kepolisan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat.

Upi Asmaradhana sudah menerima surat panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan fitnah dan penghinaan terhadap Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Senin (10/11). Dimana pemanggilan tersebut terkait aktivitasnya sebagai Koordinator Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makassar. Selaku Koordinator Koalisi, Upi beberapa kali mengkritik pernyataan Kepala Polda Sulselbar Irjen Sisno Adiwinoto terkait penggunaan hak jawab. Koalisi mengkritik Sisno yang berpendapat, pemidanaan wartawan bisa dilakukan meski pihak yang dirugikan belum menggunakan hak jawab. Upi Asmaradhana dikenakan Pasal 317 Ayat 1, 311 Ayat 1 dan pasal 207 KUHP.

Selain Upi, Polda Sulselbar juga memanggil tiga wartawan harian Fajar yang mempublikasikan kritik Upi. Mereka adalah Silahuddin Genda, Herwin Bahar, dan Muchlis Amans Hadi yang ditetapkan sebagai saksi dalam kasus yang dialami oleh Upi Asmaradhana.

Melihat kejadian di Makassar , mengingatkan kita pada zaman Orde Baru dimana kriminalisasi terhadap perbuatan yang menyerang kehormatan dan reputasi tersebut menjadi senjata ampuh dalam menghadapi kebebasan berbicara atau kebebasan pers.

Walaupun pasca reformasi telah melahirkan UU Pers No.40 Tahun 1999 ternyata belum dapat memberikan kebebasan sepenuhnya kepada seluruh rakyat khususnya pers untuk berbicara, berekspresi dan berpendapat, karena Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang merupakan modifiksi dari Wetboek van Straftrecht voor Netherlandsch Indie (WvSNI) peninggalan Hindia-Belanda masih banyak sekali membatasi kemerdekaan berpendapat dan berekspresi termasuk pers.

Pasal-pasal karet KUHP seperti Pasal 207, 208, 310, 311, 316 dan 317 KUHPid masih menjadi penghalang dalam membangun keterbukaan dan demokratisasi di Indonesia, bahkan menimbulkan efek menakutkan (chilling effect) bagi masyarakat untuk berpendapat.

Padahal penyelesaian atas sengketa pers telah diatur oleh UU Pers, melalui hak jawab dan hak koreksi. Demikian pula bila terjadi kekeliruan dalam pemberitaan maka dapat meminta Dewan Pers untuk memediasi.

Bahwa atas hal tersebut, Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers) dengan ini secara tegas menyatakan:

1) Mengecam segala bentuk kriminalisasi terhadap pers
2) Mengecam terhadap segala upaya untuk membungkam kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan berpendapat baik secara lisan maupun tulisan
3) Mengecam setiap pelaku yang berupaya membungkam kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan berpendapat baik secara lisan maupun tulisan
4) Menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak takut untuk bebas berekspresi, berpendapat, menyampaikan pikiran baik secara lisan maupun tulisan
5) Menghimbau kepada seluruh aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus-kasus pers menggunakan UU Pers bukan menggunakan KUHP.


Jakarta, 11 November 2008
Atas Nama LBH Pers
Hendayana, S.H.
Direktur Eksekutif

Read More......

10/07/2008

Back 2 Work

untuk rekan-rekan yang sudah aktif kembali "bergelut" dengan rutinitas sehari-hari, kami ucapkan Welcome Back

Selamat Idul Fitri 1429 kami sampaikan untuk Anda semua yang merayakannya.
Mohon maaf atas kesalahan yang tidak berkenan.

So..let's RoCk 'N RoLL !!

Read More......

9/01/2008

Marhaban ya Ramadhan 1429 Hijriah

Untuk rekan-rekan yang menjalankan-nya, kami sampaikan :

Selamat menunaikan
Ibadah Puasa

Semoga diterima segala amal ibadah
di bulan Ramadhan tahun ini.

Read More......

8/27/2008

VOTE obyek alam Indonesia pada kampanye internasional The New7Wonders of Nature

PKS intro:
Editor senior kita di London, Panusunan Simanjuntak, menyampaikan rasa prihatin melihat perhatian di Indonesia atas hal ini.
Sampai sekarangpun belum ada Official Supporting Committee untuk mendukung pencalonan objek-objek Indonesia. Departemen Pariwisata tidak/belum memberikan perhatian. Padahal, tanpa komite ini, objek alam yang mendapat dukungan suara cukup tidak akan masuk 77 besar tanpa komite seperti ini. Pak Pan hanya melihat sampai bulan depan. Jika tetap tidak ada, Pak Pan akan mencoba membentuknya dengan bantuan KBRI London.Bayangkan, beberapa departemen kita pun baru memberi vote setelah di kirim email seperti ini.

So rekan2 Smart FM Network & all of you...kami yakin kita semua punya "RASA MEMILIKI YG BESAR" & "KEBANGGAAN" utk objek-objek alam negara kita ini... HAVE YOU ???
LET'S VOTE!


Yth.
Bpk/Ibu/Sdr/i:

Dengan hormat,

Mungkin Anda tahu bahwa pada saat ini The New7Wonders Foundation & Campaign, yang berpangkalan di Swiss, tengah melakukan kampanye internasional pemilihan The New7Wonders of Nature, atau Tujuh Keajaiban Alam yang baru. Pemilihan ini adalah lanjutan dari kampanye lembaga itu setelah pada 07.07.07, di Lisbon, Portugal, mengumumkan hasil pemilihan internasional dari The New7Wonders of the World.

Sama seperti pada pemilihan objek The N7W of the World, pemilihan objek alam The N7W of Nature dilakukan dengan pengiriman suara, atau vote, lewat e-mail ke alamat panitia.

Pemilihan dilakukan secara berjenjang. Pada tingkat ini hingga 31.12.08, pemilihan adalah untuk menentukan 77 objek besar dari lebih 200 objek alam yang dicalonkan di seluruh dunia. Masuk dalam 77 besar adalah syarat untuk dipilih oleh the New7Wonders Panel of Experts untuk masuk ke 21 besar dan kemudian ke The N7W of Nature. Hasil pemilihan ini akan diumumkan pada tahun 2010.

Ada tiga objek yang masuk pencalonan dari Indonesia, yakni
Lake Toba,
Komodo National Park
dan Krakatau


Posisi ke tiga objek alam Indonesia dalam kelompok 77 besar semakin merosot dari waktu ke waktu, sebagai akibat dari kurangnya suara pemilih yang masuk ke panitia. Sekitar dua bulan yang lalu dari tanggal penulisan email ini, posisi Lake Toba misalnya masih di kelompok 20an. Pada hari ini, 26.08.08 posisi itu sudah merosot ke nomor 73. Komodo berada di posisi 61 dan Krakatau di tempat ke 72. Jika kecenderungan merosot ini terus berlanjut, dapat diduga ketiga objek alam Indonesia sudah akan tersingkir dari 77 besar pada bulan September.

Tetapi kerelaan anda menyisihkan waktu 5-10 menit untuk mengisi formulir vote dan mengirimkannya ke panitia bukan saja dapat menghentikan kemerosotan posisi objek-objek alam Indonesia melainkan juga memastikan mereka berada pada kelompok 77 besar.

Cara mengisi dan mengirimkan vote:

1. Buka website: The New7Wonders of Nature.
2. Click: Vote for your nominee
3. Isi kolom: E-mail address dan Confirm your E-mail address
4. Di bagian Vote 1,2 dan 3 kolom please select continent, click dan select Asia, dan
5. Di kolom please select candidate, click dan select Lake Toba, Komodo National Park dan Krakatau, Volcanic Island.
6. Ulang proses 4-5 untuk Vote 4-7 sesuai dengan keinginan anda.
7. Click: Submit

Terimakasih atas partisipasi Anda. Kiranya Anda juga berkenan mengajak kolega, teman, saudara dan kenalan untuk melakukan hal yang sama.

Live Ranking The top 77 candidates of the New7Wonders of Nature Nominees

Read More......

8/21/2008

Undangan Malam Resepsi Ulang Tahun AJI ke-14

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengundang Bapak/Ibu/Saudara menghadiri Ulang Tahun ke-14 AJI bertema
"Solidarity for Asian Press Freedom".

Pada ulang tahun ke-14, Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia akan memberikan sambutan.

Selain itu, Orasi Budaya oleh Riri Riza berjudul "Kebebasan Berekspresi Setelah Satu Dekade Reformasi-Pandangan Insan Perfilman" akan menjadi salah satu agenda acara malam resepsi. Acara ini juga akan dihiasi oleh pemberian Tasrif dan Udin Award, Press Freedom Award, Musuh Kebebasan Pers.
Dan, Slank akan menjadi penutup acara malam resepsi Ulang Tahun AJI.


Acara akan dilaksanakan pada :

Selasa, 26 Agustus 2008

Pukul : 18.00 WIB-selesai (diawali makan malam)

Di Ballroom Hotel Intercontinental, Mid Plaza Jakarta

Jl. Jendral Sudirman Kavling 10-11, Jakarta




"Karena tanpa Anda, kami bukan siapa-siapa"


Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
Alida (081330392480)
Arie (081514180973).
Terima kasih atas perhatiannya.

"Rach Leed" <......@yahoo.com>

Jaringan BLoGGER


Read More......

8/17/2008

Indonesia 63








DIRGAHAYU
INDONESIA - KU

Read More......

8/14/2008

Inspirator 63- Ilham Arif Sirajudin : Membangun Generasi dengan gerakan Gemar Membaca

Smart FM Makasar:Silvana Roslin

Angka buta aksara di Makasar, hingga kini masih mencapai hampir 1 persen dari total penduduk sekitar 1 500 000 orang. Ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan itu, bahkan menempati rangking 14 buta aksara dari 23 kabupaten kota di Propinsi itu.

Kondisi tersebut, ternyata menjadi keprihatinan tersendiri bagi Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin. Kepala Daerah Makasar untuk masa bhakti 2004- 2009 itu menganggap, tingginya angka buta aksara, akan menimbulkan hambatan dalam menjalankan program pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Sejumlah trobosan dilakukannya, termasuk mengajak masyarakat untuk gemar membaca . Dalam pandangan Ilham, sumber daya manusia yang berkualitas lahir dari masyarakat yang gemar membaca. Berbekal dari pandangan itu , maka pada 5 Juni 2005, Ilham Arif Sirajuddin, mencanangkan Gerakan Makasar Gemar Membaca.

Bentuk Konkret dari gerakan ini, berupa pembukaan taman bacaan di 14 Kecamatan di Makassar. Ilham berharap, masyarakat yang tidak mampu membeli buku, bisa datang membaca ke taman bacaan. Untuk mengakomodasi keperluan buku pembaca, dibentuk sebuah tim survai yang membantu mendapatkan masukan tentang jenis bacaan dan lokasi – lokasi yang butuh taman bacaan.

Sejak dicanangkan hingga saat ini, sudah berdiri sekitar 90 taman bacaan yang tersebar di seluruh wilayah Makasar. Jumlah itu , hampir seluruhnya di prakarsai oleh masyarakat. Sedangkah upaya pemerintah, diwujudkan dalam bentuk penyediaan Mobil Perpustakaan keliling baik dari Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kota.

Ilham Arif Sirajudin, yang lahir lahir di Kota Makassar, 16 September 1965 belum puas dengan sudah berdirinya puluhan taman Baca Masyarakat di wilayahnya. Ilham masih bermimpi akan berdiri puluhan taman baca lagi, segingga masyarakat mudah untuk mendapatkan bacaan. Harapan terbesar adalah, semakin banyak masyarakat yang gemar membaca, maka pengetahuan tentang berbagai hal juga meningkat. Lambat laut, jika kondisi itu sudah tercapai, maka kesejahteraan masyarakatpu akan semakin membaik.

Editor:DiDin.W

Jaringan BLoGGER


Read More......

8/13/2008

Inspirator 63 - SUPRANOTO : Pencipta Batik SHAHO

Smart FM Balikpapan:Fery Cahyanti

Kalimantan Timur tidak hanya dikenal dengan daerah kaya akan sumber alam yang berlimpah. Provinsi yang ada di daerah timur Kalimantan itu , ternyata juga memiliki berbagai kekayaan kebudayaan. Salah satunya Batik Shaho, yang merupakan kerajinan tangan asli Balikpapan.

Merk Batik Shaho, berasal dari nama satu keluarga yang membuat berbagai kekayaan sumber daya alam menjadi corak dalam batik. Keluarga itu adalah Supratono, Hariati Ardy Rahayu, Hendri Astuti dan Oki Hendro Julianto.

Asal muasal dirinya menggeluti usaha batik ini, bermula dari usaha sablon atas binaan dari Disperindagkop Balikpapan, pada tahun 1991. Haryati, istrinya , kemudian diberi kesempatan oleh pemerintah kota Balikpapan, untuk mengikuti pelatihan sablon sebagai salah-satu program pemberdayaan ekomonomi masyarakat.


Setelah mengikuti pelatihan selama beberapa bulan. Dukungan tersebut, terwujud setelah pemkot memberikan kesempatan kepada beberapa UMKM termasuk istrinya, untuk melakukan studi banding di Yogyakarta mengenai cara pembuatan batik. Sepulangan dari Yogyakarta mimpi Haryati tercapai. Hanya dengan modal 500 ribu rupiah, dan dibantu 3 orang anaknya dan suaminya Supratono terus mengembangkan batik motif Kalimantan Timur baik printing maupun batik tulis.

Berkali-kali batik yang dibuat selalu ditolak oleh pembeli yang sudah memesan, karena tidak sesuai motif yang diinginkan . Belajar terus dari pengalaman dan kesalahan, akhirnya ia berhasil membuat batik dengan berbagai motif khas Kalimantan Timur seperti, motif dayak kenyak, benuak, dan Modang .

Sejak menggeluti kerajinan batik khas Balikpapan ini, Suparnoto berhasil menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang S1, dan satu diantara ketiga anaknya, saat ini sudah menjadi Ketua KPU Balikpapan. Tidak heran, jika kemudian dirinya mendapatkan berbagai penghargaan dari pemerintah Balikpapan dan provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan itu diantaranya penghargaan Gugus kendali Mutu tahun 1999, dan 2001 dan Pemuda pelopor Kalimantan Timur tahun 2006.

Editor: Didin.W

Jaringan BLoGGER


Read More......

8/12/2008

Mari Berikan dukungan anda

Yth.
Rekan-rekan Jurnalis
Di tempat

AJI sedang mengumpulkan dukungan dari rekan-rekan jurnalis di Indonesia untuk jurnalis dan media di Cina dalam rangka menciptakan iklim kebebasan berekspresi dan kebebasan pers yang lebih baik. Dukungan tersebut nantinya akan kami sampaikan langsung ke pemerintah Cina.

Dukungan dapat anda kirimkan melalui email ke sojuci@yahoo.com dengan menuliskan Nama, Media dan Alamat Email. Dukungan kami tunggu paling lambat tanggal 17 Agustus 2008 pukul 17.00 wib.

Mari berikan dukungan anda untuk rekan jurnalis yang sedang melakukan tugas peliputan di Cina.

Salam,

Sekretariat AJI Indonesia

============ ========= ========

Nomor : 010/AJI-Adv/ R/VIII/2008
Lamp. : --
Hal : Solidaritas AJI untuk Jurnalis dan Aktifis Kebebasan Berekspresi di Cina

“Kami yakin kesempatan yang diberikan kepada Cina untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2008 tidak hanya meningkatkan perekonomian kami tetapi juga memajukan kondisi sosial, pendidikan, kesehatan, termasuk hak asasi manusia..”

Janji itu disampaikan Wang Wei, Sekretaris Umum Komite Penawaran Pesta Olimpiade saat Pemerintah Beijing memperjuangkan posisinya menjadi tuan rumah Olimpiade 2008. Janji itu berhasil meyakinkan anggota Komite lainnya dan mereka setuju Cina menggelar pesta olah raga terbesar di dunia, Olimpiade 2008.

Sesaat setelah terpilih, pemerintah bergegas mempersiapkan segala hal, termasuk infrastruktur olah raga dan fasilitas pendukung Olimpiade yang dipusatkan di Beijing. Namun satu yang agaknya terlupakan oleh pihak berwenang Cina, yaitu janjinya untuk memperbaiki kondisi hak asasi manusia (HAM) di negerinya.

Hal ini diketahui dari masih terjadinya pelanggaran hak asasi manusia yang serius di Cina. Sebagai contoh, 30 wartawan dan 50 pengguna Internet di Cina saat ini berada di penjara untuk berbagai tuduhan pelanggaran. Tak mengherankan jika organisasi kebebasan media menilai Cina sebagai “pemenjara wartawan paling ternama di dunia.” Para wartawan nasional di Cina mengalami pembatasan dan penyensoran ketat. Mereka selalu menghadapi ancaman dipecat, diintimidasi, dilecehkan, atau ditahan apabila menulis artikel investigatisi berbau politik yang dinilai sensitif.

Sepanjang tahun 2007, wartawan asing melaporkan beragam kasus bagaimana mereka dilecehkan, diancam, ditahan dan diserang ketika melakukan peliputan di daerah-daerah luar Beijing. Para wartawan nasional pun melaporkan pelecehan dan intimidasi terus berlangsung, bahkan beberapa penerbitan dilaporkan telah ditutup disebabkan laporan-laporan mereka mengenai hal-hal yang dianggap sensitif secara politis. China Development Brief misalnya dihentikan penerbitannya pada tanggal 4 Juli 2007 oleh pemerintah Beijing, karena dituduh melakukan survei-survei tak berijin yang bertentangan dengan Undang-Undang Statistik 1983.

Pada 4 Agustus 2008, dua wartawan Jepang dipukuli secara brutal oleh polisi paramiliter Cina di perbatasan Kashgar, Xinjiang. Kedua korban itu Masami Kawakita (38), fotografer koran Chunichi Shimbun, dan Shinji Katsuta, (37), reporter dari Nippon Television Network. Pemukulan terjadi ketika mereka sedang meliput kekerasan Monday`s Attack, yaitu peristiwa penyerangan yang menewaskan 16 orang anggota kepolisian Cina.

Penyensoran di dalam negeri tetap terjadi di seluruh negeri. Menurut CPJ (Committee to Protect Journalists) , semua media menghadapi pelarangan untuk meliput berita-berita ”sensitif”, seperti konflik etnis militer, agama yang tidak diakui negara -khususnya Falun Gong-, masalah internal Partai Komunis Cina dan sejumlah kebijakan pemerintah Cina.

Meski menjanjikan “kebebasan media secara penuh” selama Olimpiade 2008, pemerintah Beijing menerapkan standar ganda bagi wartawan asing dan nasional. Para pembaca dan pemirsa di Cina tampaknya tidak memiliki akses ke laporan berita asing mengenai topik-topik sensitif, terutama setelah peraturan dikeluarkan pada September 2006 yang memperketat pengawasan terhadap distribusi berita dari kantor-kantor berita asing di Cina.

Pada 8 Agustus 2008, pesta Olimpiade Beijing dimulai. Sebuah event internasional yang selayaknya bisa memadukan kebudayaan, pendidikan, meningkatkan penghidupan dan kualitas hak asasi warga negara. Inilah dasar dari piagam Olimpiade yang selama ini memberikan warisan positif kepada kota-kota dan negara-negara yang menjadi tuan rumahnya.

Pembatasan, pelecehan pihak berwenang Cina terhadap media, penyensoran di internet jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip utama Piagam Olimpiade, khususnya mengenai “penghormatan terhadap prinsip-prinsip moral yang universal dan mendasar” serta “pelestarian martabat manusia”.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI), adalah organisasi jurnalis di Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap isu kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Sebagai bagian dari komunitas internasional, kami memiliki kepedulian yang besar terhadap isu kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di China.

AJI menjadi anggota IFJ, IFEX, SEAPA dan FORUM ASIA. Internasional Federation of Journalist (IFJ) adalah organisasi wartawan internasional yang berkantor pusat di Brussel, Belgia, International Freedom of Expression Exchange (IFEX ) adalah organisasi advokasi yang berkantor pusat di Kanada, SEAPA adalah organisasi advokasi yang berkantor pusat di Bangkok. FORUM ASIA adalah organisasi jaringan lembaga HAM yang berkantor pusat di Bangkok.

Oleh karena itu, kami menyampaikan sikap:

Menyampaikan solidaritas terhadap intimidasi, sensor dan pemenjaraan yang dialami oleh aktifis kebebasan berekspresi dan jurnalis di Cina
Mendesak Pemerintah Cina untuk melepaskan jurnalis dan aktifis kebebasan berekspresi yang saat ini berada dalam tahanan
Mendesak pemerintah Cina untuk memberikan ruang kebebasan kepada jurnalis dan aktifis kebebasan berekspresi dalam menjalankan tugasnya
Menghimbau Pemerintah Cina untuk memanfaatkan momentum Olimpiade Beijing 2008 sebagai era baru bagi kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Cina.

Jakarta, 7 Juni 2008

Ketua Umum
Heru Hendratmoko

Sekretaris Jenderal
Abdul Manan

Salam

******************

Tanggal: Tue, 12 Aug 2008 19:57:09 +0700 (ICT)
Dari: "pks_smartfm"
Topik: Dukungan untuk jurnalis dan media di Cina
Kepada: Send an Instant Message sojuci@yahoo.com

Nama Media : Perkumpulan Karyawan Smart FM Jakarta

Segenap anggota & pengurus Perkumpulan Karyawan Smart FM Jakarta
mendukung PENUH untuk terciptanya iklim kebebasan berekspresi dan kebebasan pers di Cina

BRAVO JURNALIS!


Jaringan BLoGGER

Read More......

Inspirator 63: Bu Slamet mendirikan Sekolah Informal

Smart FM Jakarta: Dini

Pada awal tahun 1990, Bu Slamet dan keluarganya membangun sekolah Informal di tengah pemukiman kumuh kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Saat awal berdiri, Sekolah informal ini sering berpindah-pindah, karena digusur Petugas.

Bu Slamet, mendirikan sekolah itu didasarkan kerena keprihatinannya terhadap anak-anak yang tidak pernah mengenyam pendidikan dan rentan terjerumus pada hal-hal negatif. Orang tua anak anak itu, kebanyakan adalah kuli pasar sehingga tidak tidak semuanya mampu membiayai sekolah.

Bu Slamet mengalami sejumlah kendala, ketika merintis pendirian Sekolah informal tersebut. Selain masalah biaya Oprasional, persoalan rendahnya minat anak-anak mengikuti pendidikan , juga harus di hadapinya. Bu Slamet, tidak putus asa dalam menghadapi kendala itu. Ia berusaha melakukan pendekatan dengan orang tua, agar mengijinkan anak-anaknya ikut Sekolah. Upaya yang di lakukan, sempat di tentang oleh sejumlah orang tua anak-anak yang kesehariannya berada di Pasar Induk. Kesabaran dan kerja keras yang di lakukan ternyata membuahkan hasil. Jumlah siswa yang pada awalnya hanya 10 orang, terus bertambah hingga mencapai 80 anak.

Bu Slamet, merasa bangga dan bahagia dapat mendirikan Sekolah Informal dan memberikan pendidikan, kepada anak-anak yang kurang beruntung. Dalam pandangannya, siapa lagi yang harus peduli dengan pendidikan dan anak-anak itu, jika tidak ada keiklasan dari kalangan yang mampu. Padahal, jika pendidikan anak-anak tidak diperhatikan, maka masa depan bangsa akan terancam. Atas dasar kekawatiran itu, selain memberikan pelajaran seperti layaknya sekolah umum, anak-anak di sekolah informal yang didirikan Bu Slamet, juga mendapat pelajaran pendidikan agama Islam, seperti mengaji dan membaca Al Quran .

Tidak hanya di Jakarta, keberadaan anak yang tidak mampu mengenyam pendidikan merupakan beban, bagi sejumlah kalangan. Semakin banyak orang-orang yang tergerak hatinya, untuk menolong anak-anak malang ini, maka makin terjaga masa depan bangsa.
Kepedulian seperti yang dilakukan Bu Slamet, masih sangat di butuhkan dalam rangka membangun moral generasi penerus. Tanpa adanya uluran tangan kita semua, kemungkinan jumlah anak yang tidak mampu mengenyam pendidikan akan terus bertambah. Tidak hanya pendidikan formal yang mereka butuhkan, pendidikan ahlak dan keagaman pun perlu di berikan kepada generasi kita yang kurang beruntung itu.

Editor: Didin.W

Jaringan BLoGGER


Read More......

8/04/2008

Inspirator 63 - Roslina Manurung:Optimis meski cacat akibat kecelakaan

Smart FM Medan : Ester Sianturi

Sebuah pepatah bijak, jangan pernah mengatakan 'tidak bisa' sebelum 'mencoba', itulah yang dipegang oleh Roslina Manurung. Ia adalah atlet Catur dan tenis Meja, yang telah meraih sejumlah medali baik di tingkat Nasional maupun Internasional.

Roslina Manurung, adalah seorang cacat permanen, akibat kecelakaan yang dialaminya ketika masih berusia 8 tahun. Meski begitu, Roslina tidak berkecil hati untuk berkarya dan berprestasi. Berawal dari sebuah keterpaksaan dan berkat dukungan orang tuannya, ditekunilah cabang olah raga tenis meja dan bulutangkis. Roslina berperinsip, tidak boleh membebani orang lain, sehingga berusaha mendalami berbagai cabang olah raga, dengan harapan dapat menjadi penghidupan. Tekadnya untuk menekuni bidang olah raga itu, juga diilhami oleh semangat dari orang tuannya yang mantan tentara.

Roslina yang lahir di Kota Medan pada 5 februari 1966, telah mengukir sejumlah prestasi yang mengharumkan bangsa. Meski mengaku sering merasa rendah diri, namun Roslina tetap bersyukur dapat mengenyam pendidikan hingga semester 3 perguruan tinggi. Roslina, juga mengaku sering dihina oleh orang lain, namun tidak pernah membalas penghinaan itu. Raslina bertekad terus meningkatkan prestasi, demi masa depan anak-anaknya.

Roslina, tetap bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk negara, meski perlakukan yang di terimanya sering mengecewakan. Sempat mengilhami salah satu prinsip Mantan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy, yang berbunyi “jangan tanya apa yg negara beri padamu, tapi tanyalah apa yang kamu beri pada negara”. Atlet penyandang cacat yg sekaligus menjadi ibu rumah tangga dan memiliki 2 putri ini, tetap berharap untuk tidak dikasihani, tetapi dikasihi.

Roslina Manurung, tidak bisa melupakan perlakuan yang disampaikan oleh Petugas Bandara Polonia Medan, ketika ia akan berangkat bertanding pada kejuaraan Internasional. Selain mereka membantu dan memperlakukan dengan baik, para petugas Bandara kala itu, meneriakan
'selamat bertanding pahlawanku'.

Editor: Didin.W

Jaringan BLoGGER

Read More......

7/29/2008

Dibuka 'Penghargaan AJI-UNICEF untuk Karya Jurnalistik Terbaik tentang Anak 2008'

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan The United Nations Children Fund (UNICEF) menyelenggarakan ‘Penghargaan AJI-UNICEF untuk Karya Jurnalistik Terbaik tentang Anak’

Tahun 2008, AJI-UNICEF kembali menyelenggarakan ‘Penghargaan AJI-UNICEF untuk Karya Jurnalistik Terbaik tentang Anak’. Penghargaan ini terbuka untuk jurnalis media cetak/online, radio dan televisi. Total hadiah sebesar Rp 66 juta.

Ketentuan
1.Karya jurnalistik ( cetak/on line, radio, TV ) berupa feature tentang anak.

2.Setiap jurnalis/media baik media cetak/online, radio dan televisi di seluruh Indonesia dapat mengikuti perlombaan ini.

3.Karya harus pernah dipublikasikan atau disiarkan di media massa (bukan media internal).

4.Setiap peserta dapat mengajukan maksimal tiga karya.

5.Karya peserta harus pernah dipublikasikan pada media massa umum pada periode antara 26 Oktober 2007 –7 Oktober 2008

6.Karya harus sudah diterima panitia paling lambat 9 Oktober 2008

7.Karya harus dilengkapi dengan pernyataan bahwa karya adalah karya orisinal. Jadi bukan saduran, terjemahan dan tidak termasuk advertorial komersial.

8.Ralat, jika ada, harus disertakan.

9.Karya belum pernah memenangi lomba jurnalistik.

10.Karya yang sudah dikirim ke panitia tidak akan dikembalikan.

11.Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.

12.Untuk karya media cetak, peserta harus mengirim kliping beserta soft copy karya yang sudah dimuat. Untuk media online, peserta harus mengirim karyanya berupa print out yang sudah di-copy langsung dari situs beritanya. Karya harus dilengkapi dengan surat keterangan dari redaktur media online yang menyatakan bahwa karya yang dikirimkan pernah dimuat di media tersebut.

13.Untuk karya media radio, peserta harus mengirim karyanya dalam bentuk CD (MP3 atau WAV). Karya harus dilengkapi dengan surat keterangan dari pimpinan (Pemimpin redaksi) yang menyatakan bahwa karya yang dikirimkan pernah disiarkan di radio tersebut. Peserta diwajibkan mengirimkan naskahnya.

14.Untuk karya media televisi, peserta harus mengirimkan karyanya dalam bentuk VCD / DVD (MPEG atau AVI) dengan mencantumkan nama dan asal media di kepingan VCD / VCD . Peserta diwajibkan mengirimkan naskahnya.

15.Sponsor hadiah oleh Mayora dengan total hadiah sebesar Rp 66 juta. Masing-masing sebesar
Rp 10 juta (pemenang I per kategori),
Rp 7 juta (pemenang II per kategori) dan
Rp 5 juta (pemenang III per kategori)


16.Kirimkan karya jurnalistik ke
Sekretariat AJI Indonesia:

Jl. Kembang Raya 6,
Kwitang, Senen, Jakarta Pusat 10420
atau via e-mail ke sekretariatnya_ aji@yahoo. com.
Nomor Telepon/fax : 021-3151214 /021-3151261.

Atau hubungi panitia 'Penghargaan AJI-UNICEF
untuk Karya Jurnalistik terbaik tentang Anak'

via email lidbahaweres@ yahoo.com
atau 081330392480 (Alida)
atau 08128572252 (Minda).

Dewan Juri

1. Dewan Juri Kategori Cetak
a. Lina Sofiani (UNICEF)
b. Willy Pramudya (AJI)
c. Ninuk Mardiana Pambudy (Kompas)
d. Irwanto (Peneliti dan Dosen Psikologi Universitas Atmajaya Jakarta)

2. Dewan Juri Kategori TV
a. Iwan Hasan (UNICEF)
b. Eddy Suprapto (AJI)
c. Don Bosco (KPI)
d. Bobbi Guntarto (Ketua Yayasan Pengembangan Media Anak)

3.Dewan Juri Kategori Radio
a. Kendartanti Subroto (UNICEF)
b. Heru Hendratmoko (AJI)
c.Arya Gunawan (UNESCO)
d. Arist Merdeka Sirait (Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak)

Jaringan BLoGGER

Read More......

7/27/2008

1st Anniversary

All crew of Smart FM Network say :

Happy FIRST Anniversary of Smart Country

Best wishes to PinQ, pakde Yunus & Nancy
ConGratuLatioN!







Jaringan BLoGGER

Read More......
Copyrights @ 2006 Perkumpulan Karyawan SmartFM - Jakarta, Indonesia
http://crew-smartfm.blogspot.com

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP