SEARCH PKS post

3/01/2009

Temporary non active

Teman-teman,

Berhubung sampai saat ini, masih dalam proses pergantian pengurus,
WeBlog ini sementara tidak aktif.

Terima kasih,
Salam

Read More......

2/28/2009



Read More......

2/12/2009

Catatan Hari Pers Nasional

Wartawan Perjuangan yang Murni dalam Lima Tahun

PEMBACA koran naik drastis di Amerika Serikat, tapi pembeli koran turun drastis. Demikian juga ''pemirsa laptop'' naik drastis dan pemirsa tv turun drastis. Untuk kali pertama dalam sejarah media, pelantikan Barack Obama sebagai presiden ke-44 AS pada 21 Januari lalu lebih banyak ditonton lewat laptop daripada lewat pesawat televisi.

Naiknya pembaca koran lewat internet dan meningkatnya pemirsa laptop untuk peristiwa besar telah menyusutkan pendapatan iklan kedua jenis media itu. Belum ada usul bagaimana mengatasi ancaman terhadap televisi itu, tapi mulai ada wacana agar perusahaan koran yang mengalami kesulitan keuangan akibat krisis global ini juga di-bailout oleh pemerintah AS. Apalagi, di AS amat terkenal kredo ''lebih baik tidak ada pemerintah daripada tidak ada koran". Kalau perusahaan mobil saja di-bailout, mengapa pilar demokrasi ini tidak.

Perkembangan lain, TV lokal di AS kini mulai bisa mengalahkan jaringan nasional -khususnya untuk tv berita. Ini karena berita yang nasional-nasional akan menjadi garapan empuk jaringan internet yang dengan lebih mudah ditonton di laptop. Sedangkan naiknya pembaca koran secara elektronik menimbulkan kesulitan besar: pembaca membayar bukan kepada perusahaan koran, melainkan ke provider internet.

Perusahaan koran belum menemukan cara yang memadai untuk mendapatkan penghasilan dari hasil perubahan cara baca itu. Memang berita koran -terutama dari koran yang reputasinya baik- lebih dipercaya daripada sumber yang bukan dari koran, tapi tetap saja pengguna internet telanjur terbiasa sejak awal dulu bahwa sesuatu yang di internet itu gratis. Padahal, untuk mendapatkan kepercayaan bahwa ''berita koran itu lebih bisa dipercaya" memerlukan biaya. Kelak, kalau semua pembaca koran tidak mau membayar ongkos untuk melahirkan ''berita koran lebih dipercaya" itu? Dari sinilah awalnya mengapa ada wacana bailout untuk surat kabar. Bahkan, sudah ada yang mewacanakan bahwa surat kabar itu kelak dianggap saja sama dengan rumah sakit atau universitas: universitasnya demokrasi dan rumah sakitnya demokrasi. Atau, mungkin mirip rumah sakit yang sekaligus teaching university. Koran bisa seperti RS Tjiptomangunkusumo atau RS dr Sutomo.

Belum ditemukannya bagaimana cara ''membayar" itu antara lain karena selama ini memang tidak pernah dipikirkan. Kalau toh terpikirkan, barulah yang caranya juga tradisional: siapa yang mengakses koran harus berlangganan. Ini tidak efektif karena psikologi isi internet itu gratis. Baru sekarang ini, sekarang ini, bingung. Yakni, setelah terjadi krisis finansial global yang ternyata juga melanda perusahaan surat kabar AS.

Grup surat kabar terkemuka di dunia Chicago Tribune sudah menyatakan bangkrut. Bisa dibayangkan nasib koran yang lebih lemah. The New York Times yang begitu hebat, sedang di ambang jurang yang sama. Utangnya yang hampir jatuh tempo mendekati Rp 40 triliun, sedangkan dana yang siap baru Rp 4 triliun. The New York Times mengalami krisis dana cash yang luar biasa besar.

Mengapa selama ini tidak dipikirkan cara yang ampuh untuk menghubungkan agar pemanfaatan isi koran lewat internet itu bisa menghasilkan pendapatan bagi perusahaan koran? Jawabnya jelas: perusahaan koran sudah seperti perusahaan pada umumnya: "mabuk" pasar modal.

Perusahaan koran berlomba mengumumkan semakin tingginya angka hit terhadap koran mereka. Kian banyak orang mengklik kian bangga -meski itu mencerminkan semakin dijauhinya koran edisi cetak mereka. Dengan menggalakkan edisi on line, perusahaan koran itu sebenarnya sudah mendorong agar pembaca meninggalkan edisi cetak. Bertahun-tahun dorongan itu dilakukan dan hasilnya sangat ''baik": kian banyak orang yang pindah ke on line. Baik menurut ukuran ekonomi saat itu.

Dengan tingginya angka hit sebuah koran, performance mereka di pasar modal semakin baik. Harga sahamnya pun naik drastis. Kenaikan harga saham setiap tahun inilah yang dikejar. Mengejar kenaikan harga saham melalui peningkatan hit di on line lebih mudah daripada memperbesar sirkulasi surat kabar. Usaha memperbesar sirkulasi koran secara tradisional sangatlah sulit: pelaksananya bukan hanya harus pintar, tapi juga harus bekerja keras. Termasuk bekerja keras mengeluarkan keringat di pasar sejak pukul 03.00. Dari segi pemasaran, perusahaan koran tidak ada bedanya dengan tukang sayur: sudah harus ada di pasar sejak sebelum subuh. Sedangkan meningkatkan ''sirkulasi" koran lewat on line meski juga harus pintar, tapi lebih mudah: bisa dikerjakan di ruang AC dengan tidak harus bercucuran keringat. Kalau bisa meningkatkan harga saham dengan cara mudah, mengapa harus melakukannya dengan cara susah payah? Toh, sistem ekonomi pasar di AS saat itu memungkinkan berkembangnya ekonomi yang tidak perlu riil seperti itu dengan penuh gairah.

Itulah gairah yang ''memabukkan". Maka, ketika tiba-tiba terjadi krisis keuangan dan hal-hal yang tidak riil tidak bisa lagi dijual, bangunan megah itu ternyata seperti rumah-rumahan dari styrofoam: terbang terbawa angin ribut. Ketahuanlah bahwa jumlah pembaca koran yang naik terus itu sebenarnya diikuti dengan turunnya oplah. Iklan pun merosot drastis. Pengguna on line sudah telanjur dibiasakan tidak membayar. Harga saham koran seperti New York Time terjun bebas: kini sudah mendekati kategori junk bond.

Di Indonesia belum ada koran raksasa yang mengalami kesulitan -karena selama ini mereka itu sebenarnya memang belum pernah benar-benar jadi raksasa. Belum ada koran raksasa yang terjun ke pasar modal. Baru ada tiga koran yang masuk bursa: TEMPO, Republika dan -melalui induk perusahaannya- Seputar Indonesia. Performa harga saham dua koran pertama tidak pernah tinggi -dan karena itu tidak bisa anjlok.

Sedangkan performa koran ketiga sulit dinilai karena yang masuk bursa bukan koran itu sendiri, melainkan induknya.

Boleh dikata, belum ada perusahaan koran di Indonesia yang "mabuk" pasar modal. Sudah ada memang yang baru ingin mau ''mabuk", tapi sudah keburu ada krisis: Jawa Pos. Jawa Pos sudah lama mempersiapkan diri masuk pasar modal, tapi selalu ditunda karena ragu-ragu akibat baik-buruknya.

Koran di Indonesia juga masih punya waktu kira-kira lima tahun untuk menghadapi ancaman on line itu. Mengapa lima tahun? Jawabnya ini: akhir tahun depan pembangunan Palapa Ring tahap pertama selesai. Yakni, penanaman jaringan fiber optic sejauh 3.000 km di banyak kota di Indonesia. Dengan jaringan fiber optic yang demikian luas, koridor untuk on line sangat leluasa. Akses internet akan mengalami percepatan yang menggila. Apalagi, kalau Palapa Ring sudah terbangun sempurna lima tahun lagi. "Jalan tol" di bawah tanah itu akan jauh meninggalkan kelancaran jalan tol yang di atas tanah.

Lima tahun ke depan ini adalah tahap yang amat menentukan bagi koran di Indonesia. Maju atau mati. Karena itu, Hari Pers Nasional yang diperingati hari ini menyisakan pertanyaan besar: bagaimana wartawan bisa tetap hidup bersama korannya. Wartawan akan terus hidup, tapi akankah dia kerja gratisan untuk pembacanya di on line? Jangan-jangan itulah saatnya yang disebut era wartawan perjuangan, yakni wartawan yang berjuang menegakkan keadilan, kebenaran dan demokrasi, membela yang tertindas, membongkar kejahatan termasuk korupsi, dan melakukan kontrol sosial yang kuat -tanpa jelas siapa yang harus memberi gaji setiap bulan. Kalau itu terjadi, itulah baru yang disebut "wartawan perjuangan" yang murni.


Oleh : Dahlan Iskan

*) Selain sebagai Chairman Jawa Pos Group, Dahlan Iskan adalah ketua umum SPS Pusat (Serikat Penerbit Surat Kabar). Catatan ini menyambut Hari Pers Nasional 2009 yang diperingati hari ini.

Sumber:Jawa Pos

Jaringan BLoGGER

Read More......

2/08/2009

Program Malam Smart FM

Mulai bulan Pebruari ini, suasana malam Smart Listener akan lebih semarak dengan sajian musik-musik terseleksi.
Ada musik Indonesia, Country, Jazz, Adult Contemporary, Soul, R&B dll.

Semuanya dikemas dalam obrolan santai dengan berbagai topik terpilih.
Live Interaktif..........

So.... Stay tune di
95,9 Smart FM Jakarta

Senin sampai Jum'at
Pk.21-23 wib


Jaringan BLoGGER

Read More......

2/06/2009

Layanan Internet di Indonesia Terburuk

Layanan internet (broadband) di Indonesia adalah salah satu yang terburuk di dunia, bahkan di Asia. Tingginya tarif internet belumlah sebanding dengan layanan, yaitu kecepatan akses data yang memuaskan.

Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Riset Sharing Vision Dimitri Mahayana di Bandung, Minggu (1/2).

"Tarif internet di Indonesia itu 300 kali lebih mahal daripada di Jepang. Di sana, tarif layanan termurah dilepas di 0,13 per megabit/detik dollar AS. Di tempat kita, yang paling murah Fastnet, ada di 15 per megabit/detik dollar AS," tutur dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung ini mengutip data dari riset Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Rata-rata di Indonesia, tarif layanan internet adalah 50 dollar (Rp 550.000 per megabit/detik). Yang jadi masalah, kecepatan akses rata-rata di Indonesia 256 kilobit per detik. Sementara kecepatan akses di Jepang mencapai 93. 693 kilobit/detik. Maka, dari hasil survei Sharing Vision, kondisi ini mengakibatkan tingkat kepuasan dan ketertarikan berlangganan internet menurun. Dari 84 persen menjadi 66 persen pada tahun berikutnya.

"Kalau lambat dan mahal seperti ini ya repot. Ibaratnya dengan negara lain, kita naik sepeda mereka naik Rolls-Royce. Padahal, banyak hal dan ilmu yang bisa kita dapat dari internet," tuturnya.

Minimnya konten dalam negeri dan lemahnya infrastruktur, yaitu jaringan backbone di Indonesia adalah beberapa penyebab buruknya layanan internet di negara kita.

JON

Kompas.com

Jaringan BLoGGER

Read More......

2/02/2009

Berita Kelahiran

Segenap Crew Smart FM Network menyampaikan :
SELAMAT ATAS KELAHIRAN PUTRI PERTAMA DARI,

ARIEL NOVIANDRI - (Crew Smart FM Semarang)

pada tgl 2 Pebruari 2009

Selamat Berbahagia yaa....

Jaringan BLoGGER

Read More......

1/15/2009

UNESCO Segera Tetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Dunia

YOGYAKARTA--MI: Organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO, akan menetapkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia nonkebendaan pada Mei 2009 setelah diusulkan pemerintah Indonesia.

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) Indroyono Soesilo usai peresmian purna pugar rehabilitasi Candi Nandi Pascagempa di Kompleks Candi Prambanan Yogyakarta, Selasa, mengatakan bangsa Indonesia mengharapkan penetapan batik sebagai warisan budaya dunia dapat segera terealisasi.

"Insya Allah, UNESCO pada Mei 2009 secara resmi akan mengumumkan penetapan batik sebagai warisan budaya dunia nonkebendaan. Karena itu, jika pentetapan tersebut terealisasi maka masyarakat Indonesia patut bersyukur karena karya nenek moyang kita diakui dunia," katannya.

Menurutnya, upaya mengusulkan kepada UNESCO agar batik dijadikan sebagai warisan budaya dunia melalui proses panjang dan rumit karena harus memenuhi persyaratan dari badan dunia tersebut, di antaranya menyiapkan naskah akademik tentang batik, memiliki masyarakat pecinta batik dan pemerintah mendukung usulan tersebut.

Jika UNESCO sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia, pemerintah dan masyarakat Indonesia harus bertanggungjawab untuk menjaga pelestarian dan keaslian karya budaya tersebut.

Batik Indonesia yang diusulkan tersebut bukan motifnya melainkan nilai estetikanya yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa.

"Sebagian masyarakat Jawa sampai kini masih mempertahankan tradisi dalam mengenakan kain batik. Misalnya, untuk melayat jenazah harus mengenakan batik dengan motif tertentu, begitu juga untuk mendatangi hajatan perkawinan ada motif batik tersendiri. Hal ini dianggap unik oleh negara barat dan mereka justru menghargai itu," katanya.

Ia mengatakan penetapan warisan budaya dunia dari UNESCO tersebut memiliki keuntungan yaitu masyarakat dunia akan mendukung warisan budaya tersebut. Misalnya, saat Candi Prambanan rusak akibat gempa pada Mei 2006, masyarakat dunia langsung ikut terjun dalam upaya merehabilitasi kerusakan bangunan candi itu.

Namun, sebaliknya jika masyarakat tidak bertanggungjawab dan membiarkan kelestarian warisan budaya itu terancam maka dampaknya UNESCO dapat mencabut ketetapan sebagai warisan budaya dunia, katanya.

Ia mengatakan, penetapan batik oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia akan melengkapi tujuh penetapan warisan dunia lain milik Indonesia. Ketujuh warisan dunia yang sudah ditetapkan UNESCO tersebut antara lain Komodo, Hutan Tropis, Situs Purbakala Sangiran, Candi Borobudur dan Prambanan serta Keris.

"Kami berharap akan tetap mengajukan usulan karya monumental milik bangsa Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Untuk mengajukan usulan seperti itu kepada UNESCO memang tugas Menko Kesra," katanya.

Media Indonesia


Jaringan BLoGGER

Read More......

1/07/2009

Indonesian New7Wonders of Nature Nominees for next stage announced

News Release

INDONESIAN REPRESENTATIVES ANNOUNCED IN OFFICIAL New7Wonders of Nature GLOBAL CAMPAIGN

Komodo National Park and the Coral Triangle will represent Indonesia to the world

Zurich/Switzerland, Jan. 7, 2009—The results of the first phase of voting in the Official New7Wonders of Nature campaign were announced today at the New7Wonders Foundation headquarters.

For Indonesia, Komodo National Park (winner of the national qualifiers) and the Coral Triangle (multinational participant shared by Indonesia), have qualified under the rules of participation.

















These magnificent natural sites are amongst the 261 nominees now one step closer to potentially being chosen one of the Official New7Wonders of Nature by the people of the world. Of the original 441 nominees, 180, or more than 40%, were eliminated as the next stage begins.

Tia Viering, Head of Communications for New7Wonders, says “We congratulate the successful qualifying locations from Indonesia and wish them the best of luck in the second phase of voting. We also at this time highlight the strong and enthusiastic participation of the other national nominees that are not proceeding—many have already benefited from a significant increase in worldwide awareness, which in itself is a recognized important benefit for all involved in the New7Wonders campaigns.”

Voting in the second phase continues until July 7, 2009, to select the Top 77 - the pool from which the 21 Official Finalists are chosen. The qualified 261 national and multinational nominees from the 222 participating countries feature iconic locations such as the Grand Canyon, Loch Ness, Mount Fuji and the Black Forest, alongside the Amazon, the Danube, the Dead Sea, the Great Barrier Reef, Iguazu Falls, the Kalahari Desert, Mont Blanc, and Niagara Falls.

As in the original successful campaign that chose the Official New 7 Wonders of the World thanks to more than 100 million votes, the N7W Panel of Experts will select the 21 Finalists from the top 77 - these will be announced on July 21. At that time the third and final phase of voting will begin, and the people of the world will then have approximately 2 years to vote amongst the 21 Finalists for the Official New7Wonders of Nature, to be revealed in 2011.
More than 1 billion votes are forecast.

Vote now at www.new7wonders.com

The Indonesian national nominees that did not qualify through from the first phase are:
Lake Toba, Krakatau, Volcanic Islands, Mount Bromo, Lake Sentani

Jaringan BLoGGER

Read More......

1/06/2009

Berita Kelahiran

Segenap Crew & Pengurus menyampaikan :
SELAMAT ATAS KELAHIRAN PUTRA KE-2 DARI,

OKTA - (Crew Smart FM Jakarta)

pada tgl 5 Januari 2009

Selamat Berbahagia yaa....

Read More......

1/05/2009

Hukum Berpikir Positif

Pygmalion Effect ?

Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu."

* Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu."

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul.
Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,

* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.

* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.
Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.

Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu.
Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.
Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain.
Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat.
Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion,
begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive
people only........ ....how nice!!!!

cheers,

Marietta

Jaringan BLoGGER

Read More......

12/31/2008

NeW yEAR 2009



Best Wishes for all Smart FM Crew

Read More......

12/30/2008

Tahun Baru Penuh Motivasi di 95.9 Smart FM

Orang bilang tahun 2009 adalah tahun sulit dan penuh tantangan.

Namun mari kita sambut tahun baru 2009 dengan semangat dan penuh optimisme.

Ikuti rangkaian acara yang penuh motivasi dalam program tahun baru SmartFM.

Menghadirkan:

Prie GS

Country Music Club Indonesia

Eksklusif interview bersama Ketua KPK dan Menteri Tenaga Kerja.

Interview dengan para motivator SmartFM Network

dan program-program menarik lainnya.


Disiarkan di seluruh jaringan SmartFM Network mulai sore, 31 Desember hingga malam detik-detik pergantian tahun.

Tahun baru penuh motivasi di 95.9 FM SmartFM Jakarta.


Read More......

12/24/2008



Salam untuk seluruh rekan-rekan Network!

Read More......

12/11/2008

Only 21 days left to vote

News Flash

Only 21 days left to choose the Indonesian national nominee for the New7Wonders for the New7Wonders of Nature campaign

Will Komodo be Indonesia’s Only New7Wonders of Nature National Nominee?

Komodo National Park still in lead to represent Indonesia, beating out Lake Toba, Krakatau and more

Zurich/Switzerland, Dec. 10, 2008—As of tomorrow, Dec. 11, there will be 21 days left to vote for the national nominees representing the 434 countries in the global race to choose the Official New7Wonders of Nature.

On Dec. 31, the first stage of voting in this second New7Wonders campaign will end. Only the top national nominee will represent each country moving forward, and these will be announced on the New7Wonders website on Jan. 7, 2009.

Should the Komodo Park represent Indonesia to the world?
The Komodo National Park is now number one on the list of Indonesian
national nominees. The people of Indonesia can confirm this OR can vote
to support another of the national nominees. There are only 21 days left
to influence this choice!

Current ranking of national nominees for Indonesia
#1 Komodo National Park
#2 Lake Toba
#3 Krakatau Islands
#4 Lake Sentani
#5 Mount Bromo


The current ranking for these nominees can be found at www.n7w.com/indonesia
This ranking can change at any time, according to the voting, but ends
at midnight on Dec. 31.
Time is running out—the people of Indonesia must choose their favorite now.

All multinational nominees, meaning those shared between more than one country, will continue into the next stage of the New7Wonders of Nature campaign.

Vote now at www.new7wonders.com to make your voice heard in the race to choose the Indonesian national nominee with the chance of becoming one of the Official New7Wonders of Nature.


Jaringan BLoGGER

Read More......

12/09/2008

UNDANGAN: Pengumuman Pemenang AJI-UNICEF 2008

Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

dan

The United Nation's Children Fund (UNICEF)

mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/ Saudari

dalam acara

Pengumuman Pemenang

'Penghargaan AJI-UNICEF untuk Karya Jurnalistik terbaik tentang Anak Tahun 2008'


Rabu, 17 Desember 2008

Pukul 10.00 WIB - selesai

Ruang Diamond II dan III, Hotel Nikko

Jalan M.H. Thamrin No 59, Jakarta 10350


Keynote Speaker : Muhammad Nuh (Menteri Komunikasi dan Informatika)


Lauching buku :

(Kumpulan tulisan Karya Jurnalistik Terbaik tentang Anak Tahun 2008)



RSVP : Minda 021-3151214, 08128572252


Jaringan BLoGGER

Read More......

11/25/2008

Komodo Leading in Race to Represent Indonesia in New7Wonders of Nature Campaign

News Flash
UPDATE

Which National Nominee will be Indonesia’s face to the world?
Just over a month to choose!

Zurich/Switzerland, Nov. 24, 2008—The global race to choose the Official New7Wonders of Nature is gaining momentum on all continents. In little over one month, only one national nominee will represent each country—the people of Indonesia must choose their favorite now.

Should Komodo National Park be the natural symbol of Indonesia?
Komodo National Park is now topping the list of Indonesia’s national nominees.
Is this the natural monument of which the people are the most proud, which should embody the beauty of the country?

Current ranking of national nominees for Indonesia
#1 Komodo National Park
#2 Lake Toba
#3 Krakatau Islands
#4 Mount Bromo
#5 Lake Sentani


The current ranking for these nominees can be found at
www.n7w.com/indonesia

This ranking can change at any time, according to the voting.
The top-ranked national nominee on December 31, 2008 will represent Indonesia in the next phase of the New7Wonders of Nature campaign.

Vote now at www.new7wonders.com to help decide which Indonesian national nominee will participate in the global election of the Official New7Wonders of Nature.

Contact:
Tia B. Viering,
tia@n7w.com, Tel: +32-2-503-4767 or +32-473-79 57 53(mobile)


Jaringan BLoGGER

Read More......

11/17/2008

LBH Pers Mengecam Keras Kriminalisasi Pers di Makassar

Pernyataan Sikap

Kriminalisasi terhadap jurnalis kembali terjadi, kali ini yang menjadi korban adalah Koordinator Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makassar, Upi Asmaradhana. Yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan fitnah dan penghinaan terhadap Kepala Kepolisan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat.

Upi Asmaradhana sudah menerima surat panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan fitnah dan penghinaan terhadap Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Senin (10/11). Dimana pemanggilan tersebut terkait aktivitasnya sebagai Koordinator Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makassar. Selaku Koordinator Koalisi, Upi beberapa kali mengkritik pernyataan Kepala Polda Sulselbar Irjen Sisno Adiwinoto terkait penggunaan hak jawab. Koalisi mengkritik Sisno yang berpendapat, pemidanaan wartawan bisa dilakukan meski pihak yang dirugikan belum menggunakan hak jawab. Upi Asmaradhana dikenakan Pasal 317 Ayat 1, 311 Ayat 1 dan pasal 207 KUHP.

Selain Upi, Polda Sulselbar juga memanggil tiga wartawan harian Fajar yang mempublikasikan kritik Upi. Mereka adalah Silahuddin Genda, Herwin Bahar, dan Muchlis Amans Hadi yang ditetapkan sebagai saksi dalam kasus yang dialami oleh Upi Asmaradhana.

Melihat kejadian di Makassar , mengingatkan kita pada zaman Orde Baru dimana kriminalisasi terhadap perbuatan yang menyerang kehormatan dan reputasi tersebut menjadi senjata ampuh dalam menghadapi kebebasan berbicara atau kebebasan pers.

Walaupun pasca reformasi telah melahirkan UU Pers No.40 Tahun 1999 ternyata belum dapat memberikan kebebasan sepenuhnya kepada seluruh rakyat khususnya pers untuk berbicara, berekspresi dan berpendapat, karena Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang merupakan modifiksi dari Wetboek van Straftrecht voor Netherlandsch Indie (WvSNI) peninggalan Hindia-Belanda masih banyak sekali membatasi kemerdekaan berpendapat dan berekspresi termasuk pers.

Pasal-pasal karet KUHP seperti Pasal 207, 208, 310, 311, 316 dan 317 KUHPid masih menjadi penghalang dalam membangun keterbukaan dan demokratisasi di Indonesia, bahkan menimbulkan efek menakutkan (chilling effect) bagi masyarakat untuk berpendapat.

Padahal penyelesaian atas sengketa pers telah diatur oleh UU Pers, melalui hak jawab dan hak koreksi. Demikian pula bila terjadi kekeliruan dalam pemberitaan maka dapat meminta Dewan Pers untuk memediasi.

Bahwa atas hal tersebut, Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers) dengan ini secara tegas menyatakan:

1) Mengecam segala bentuk kriminalisasi terhadap pers
2) Mengecam terhadap segala upaya untuk membungkam kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan berpendapat baik secara lisan maupun tulisan
3) Mengecam setiap pelaku yang berupaya membungkam kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan berpendapat baik secara lisan maupun tulisan
4) Menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak takut untuk bebas berekspresi, berpendapat, menyampaikan pikiran baik secara lisan maupun tulisan
5) Menghimbau kepada seluruh aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus-kasus pers menggunakan UU Pers bukan menggunakan KUHP.


Jakarta, 11 November 2008
Atas Nama LBH Pers
Hendayana, S.H.
Direktur Eksekutif

Read More......

11/14/2008

AJI Tolak Kriminalisasi anggota AJI Makassar oleh Polda Sulselbar

No. 015/AJI-Adv/ SP/XI/2008
SIARAN PERS
AJI Tolak Kriminalisasi anggota AJI Makassar oleh Polda Sulselbar

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia memprotes penetapan Sdr Upi Asmaradana anggota AJI Makassar, sebagai tersangka tidak pidana pasal 317 KUHP --- "mengadu secara memfitnah dengan tulisan"-- oleh Kepolisian Daerah Sulselbar.

Penetapan status tersangka ini merupakan buntut protes Sdr Upi Asmaradana, Koordinator Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers, terhadap pernyataan Kepala Kepolisian Daetah Sulselbar, Irjen Pol. Sisno Adiwinoto, dalam sebuah aksi demonstrasi dan kampanye anti kriminalisasi pers di Makassar, 1 Agustus 2008.

Beberapa waktu sebelumnya Kapolda Sulselbar dalam beberapa kesempatan berbicara di depan umum mengatakan, bahwa publik yang dirugikan oleh pemberitan media massa bisa langsung melaporkan wartawan ke polisi untuk dikenai pasal pidana, tanpa harus menempuh mekanisme hak jawab atau menulis surat pembaca.

Pernyataan Kapolda Sulselbar itulah yang diprotes Sdr.Upi Asmaradana dan menyebut ucapan itu sebagai upaya polisi mengkriminalkan profesi jurnalis dan tidak sesuai dengan UU Pers Nomor 40/1999 yang mengatur hak jawab dalam sengketa pemberitaan pers. Silang pendapat antara Sdr Upi Asmaradana dengan Kapolda Sulselbar Irjen Pol. Sisno Adiwinoto ini kemudian berujung pada pemeriksaan Sdr Upi sebagai saksi, dan belakangan sebagai tersangka oleh Polda Sulselbar.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mempertanyakan dasar hukum penetapan Sdr Upi Asmaradana sebagai tersangka. Perbedaan pendapat di negara demokratis tidak sepatutnya dihadapi dengan pemidanaan, apalagi dengan tuduhan pidana "memfitnah dengan tulisan" (pasal 317 KUHP).
Demonstrasi dan perbedaan pendapat adalah hal biasa dalam negara demokratis. Pernyataan dan ajakan Sdr Upi menolak kriminalisasi terhadap pers dalam aksi demonstrasi (01/08/08) merupakan manifestasi kebebasan berekspresi, kebebasan berorganisasi, dan kebebasan berpendapat, secara lisan dan tulisan yang dijamin UUD 1945. Intinya, Sdr Upi Asmaradana mengajak kalangan jurnalis di wilayah Makassar agar mewaspadai berbagai bentuk ancaman kriminalisasi terhadap pers yang dewasa ini kian marak di tanah air. Aksi demonstrasi dan kampanye Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi itu merupakan dukungan AJI Makassar terhadap program nasional anti kriminalisasi pers dari AJI Indonesia.

Upaya penetapan saudara Upi Asmaradana sebagai tersangka tindak pidana memfitnah dengan tulisan oleh Polda Sulsebar merupakan pemberangusan terhadap kebebasan berpendapat baik secara lisan maupun tulisan, dan termasuk tindakan sewenang-wenang aparat kepolisian terhadap warga negara.
Dalam menyikapi kasus ini, AJI Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut :

Meminta Kapolda Sulsel agar bertindak proporsional dan tidak menggunakan kekuasaannya untuk menekan jurnalis atau anggota masyarakat yang menjalankan hak konstitusionalnya.

Mendesak Polda Sulsel agar mencabut penetapan Sdr Upi Asmaradana sebagai tersangka dan meminta kedua pihak untuk menempuh penyelesaian masalah melalui dialog, daripada mengedepankan pendekatan hukum yang kaku.

Meminta Kapolri agar memeriksa kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang (abuse of power) oleh Kapolda Sulselbar terhadap Sdr Upi Asmaradana, mantan Koresponden Metro TV di Makassar, dalam kasus kampanye anti kriminalisasi pers.

Mengajak seluruh elemen pers maupun aparat penegak hukum agar tidak melakukan kriminalisasi pers dan jurnalis dan menggunakan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 sebagai acuan kasus sengketa pemberitaan pers.


Jakarta, 12 November 2008


Hormat Kami,

Ketua Umum AJI
Heru Hendratmoko

Koordinator Divisi Advokasi
Eko Maryadi


Jaringan BLoGGER

Read More......

10/23/2008

Muh. Nuh: “Blogger punya kontribusi positif terhadap masyarakat.”

Rabu, 22 Oktober 2008, ajang Pesta Blogger 2008 resmi diumumkan kepada khalayak melalui konferensi pers yang bertempat di Gd. BIP - Depkominfo RI pada pukul 2 siang –yang dihadiri sekitar 44 jurnalis dari 39 media cetak, online, TV, dan radio.

Di hadapan media, Wicaksono sebagai Chairman Pesta Blogger 2008 memaparkan mengenai ajang Pesta Blogger 2008 “Blogging for Society” yang rencananya akan digelar pada hari Sabtu, 22 November 2008, di Gedung BPPT II, Lantai 3, Jl. MH Thamrin no. 8, Jakarta (seberang Hotel Sari Pan Pacific).

Dalam kesempatan ini pula, Menkominfo Muhammad Nuh mengatakan bahwa, “…kebebasan merupakan salah satu syarat tumbuhnya kreativitas. Kami percaya bahwa blogger punya kontribusi positif terhadap masyarakat.”

Dalam konferensi pers ini, juga ditandatangani perjanjian sponsorship antara Sekretariat Pesta Blogger 2008 dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagai salah satu sponsor utama yang paling awal memberikan komitmennya untuk mendukung acara ini.

Wicaksono alias NdoroKakung pun sempat memberikan kaos Pesta Blogger 2008 kepada Menkominfo Muhammad Nuh dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R. Hume, yang bertuliskan nama masing-masing.

Pesta Blogger

Jaringan BLoGGER

Read More......

10/22/2008

7 Cara efektif dalam berkomunikasi

1.Hindari kesan memaksa

Ketika kita berkomunikasi hindari kalimat : “Kamu harus……” baiknya diganti dengan “Sebaiknya kamu…….” atau ”Maukah kamu......”


2.Fokus kepada solusi bukan masalah

Ketika berkomunikasi fokuskan kepada hal yang menjadi solusi bukan masalah. Contoh :

Ketika makanan di rumah habis, tidaklah efektif jika kita berkata ”Aduh Lapar banget......” lebih baik kita berkata ”Yuuk, beli makanan di luar......”


3.Ubah ”kata tidak bisa ” menjadi ”bisa”

Ketika kita diminta untuk mengadakan pertemuan, lebih baik anda mengatakan ”Kita bisa mengadakan pertemuannya minggu depan” daripada berkata ”Kita tidak bisa ketemuan sampai minggu depan” walaupun dua kalimat dengan arti yang sama tapi estetikanya berbeda.


4.Ambil tanggung jawab dan jangan menyalahkan

Hindari kalimat ” Ini bukan salahku” lebih baik ganti dengan kalimat ” Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya”


5.Katakan apa yang anda inginkan bukan yang tidak anda inginkan

Jika anda tidak ingin seseorang menyetir ngebut, lebih baik berkata ”Tolong bawa mobilnya hati-hati” daripada anda berkata ”Jangan bawa mobilnya terlalu kencang”


6.Fokus pada masa depan bukan masa lalu

Jika ada kesalahan teman anda daripada anda berkata “ Saya sudah bilang sebelumnya.. ...” lebih baik diganti dengan ” Mulai sekarang, kita........ .”


7.Bagikan informasi bukan argumen

Hindari kalimat, ”Tidak, kamu salah......” lebih baik diganti dengan ”Saya ingin sepeti ini.......”


Selamat mencoba dan rasakan nikmatnya berkomunikasi. ..


IBSC TV Presenter
disadur dari berbagai sumber)

Jaringan BLoGGER

Read More......
Copyrights @ 2006 Perkumpulan Karyawan SmartFM - Jakarta, Indonesia
http://crew-smartfm.blogspot.com

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP