SEARCH PKS post

8/01/2008

Radio Digital Unggul Karena Berbagi Infrastruktur

Penerapan sistem penyiaran radio digital perlu segera dilakukan karena dari segi efisiensi lebih unggul. Sistem radio digital menggunakan sharing infrastruktur yang akan menjadi solusi terhadap sejumlah masalah seperti sistem radio analog saat ini.

Hal itu disampaikan praktisi penyiaran dari asosiasi Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Agus F I Soetama dalam makalah tertulisnya dalam seminar "Digital Audio Broadcasting (DAB) Implementation and Development in Indonesia" di The Executive Club, Jakarta, Kamis (31/7).

"Sistem analog itu tidak efisien karena penggunaan sumber daya untuk pembangunan pemancar dan cakupan yang berbeda-beda di wilayah layanan yang sama. Regulasi sekarang itu sifatnya vertically integrated maka setiap lembaga penyiaran membangun infrastruktur masing-masing, padahal tren-nya sharing infrastruktur," kata Agus.

Ia menuturkan kompetisi teknis secara tidak sehat dalam hal cakupan wilayah (coverage) dan kualitas audio bisa dihindari karena semua menggunakan infrastruktur dengan standar transmisi yang sama.

"Peningkatan efisiensi kanal juga dapat dilakukan, satu kanal frekuensi analog dengan lebar yang sama dapat menampung program siaran digital yang lebih banyak. Perbandingannya satu kanal selebar 7 MHz dapat menampung 27 program DAB, jika radio analog (FM) hanya menampung 18 program," jelas Agus.

Agus mengutip dari model usaha radio digital usulan Ditjen Postel, penerapan penyiaran sistem digital pada frekuensi selebar 7 MHz (band III VHF) dapat membawa 28 program siaran radio. "Artinya bila regulasi itu ditetapkan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia akan hadir 54 kanal baru DAB yang memiliki kualitas suara setara CD dengan sejumlah fitur tambahan," katanya.

Ia juga mengatakan pada sistem penyiaran digital, penyelenggara jaringan adalah sebuah entiti tersendiri terpisah dari penyelenggara program. "Itu sesuai rekomendasi Timnas Migrasi Penyiaran Analog ke Digital," katanya.

Yang harus diantisipasi, menurut Agus, jika pemisahan tersebut akan diregulasi maka harus dibuat aturan yang jelas sehingga tidak terjadi praktek monopoli atau otoritas sepihak dalam penguasaan infrastruktur dan konten.

Kompas.com

Jaringan BLoGGER

Read More......

7/31/2008

Margiono Ketua PWI

Kabar Indonesia

Direktur Utama Rakyat Merdeka Group, Margiono, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat lewat Kongres ke-22 PWI di Aceh yang diikuti oleh perwakilan anggota organisasi wartawan terbesar dari 34 propinsi itu, Selasa (29/7).

Margiono memperoleh dukungan mayoritas 58 suara dari total 95 suara. Calon lainnya, Wina Armada hanya memperoleh 13 suara, Parni Hadi 13 suara, dan Dhi­­man Abror 11 suara.

Munculnya Margiono sebagai sebagai ca­lon cukup mengejutkan. Sebab sejak jauh hari kandidat hanya berputar di lima nama. Yaitu Parni Ha­di (Ketua LPP RRI), Wina Armada (Sek­jen PWI Pusat), Dhimam Abror (Pimred Harian Surya) dan Kamsul Ha­san (Ketua PWI DKI Jakarta).


Na­ma Margiono, baru muncul di hari ke­dua kongres, namun rupanya cukup mengesankan peserta. Figur Margiono dike­nal sangat sederhana, santun dan ti­dak banyak bicara. Salah satu Direktur Jawa Pos itu juga dianggap mewakili tokoh muda PWI.

Sebelumnya, dalam penjaringan calon, ada tujuh nama yang muncul. Selain lima nama di atas, juga ada Muchyan (Ketua PWI Sumut) dan Alwi Hamu (Dirut Fajar Group).

Perolehan suara penjaringan sudah menunjukkan tanda-tanda kemenangan Margiono. Pada tahap itu dia mem­­­­peroleh 19 suara dukungan, se­mentara Wina Armada 13 suara, Parni Hadi 12 suara, Muhyan 11 suara, Dhi­man Abror 9 suara, Kamsul 6 suara dan Alwi Hamu 1 suara.

Selanjutnya, dari tujuh calon terja­ring, lima menyatakan bersedia dica­lonkan sebagai Ketua Umum. Sedang­kan dua calon mengundurkan diri, yaitu Kamsul Hasan dan Alwi Hamu. Much­­yan lantas ikut menyatakan mundur dari penca­lonan setelah sempat menyam­pai­kan visi dan misinya.

Margiono akhirnya mendapat dukungan mayoritas. Dia akan mengganti­kan Tarman Azzam yang sudah ber­akhir masa tugasnya sebagai Ketua Umum PWI selama lima periode mendatang.

Oleh : Hanif Nashrullah

Jaringan BLoGGER

Read More......
Copyrights @ 2006 Perkumpulan Karyawan SmartFM - Jakarta, Indonesia
http://crew-smartfm.blogspot.com

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP