SEARCH PKS post

5/31/2007

TIPS OF EFFECTIVE WRITING

Menulis adalah salah satu kegiatan yang sangat menakjubkan. Dengan menulis, kita bisa menuangkan ide atau gagasan yang ada di pikiran kita, menuangkan isi hati kita melalui bahasa tulisan sehingga dapat dibaca dan dipahami orang lain. Dengan menulis, kita bisa mentransfer pengetahuan dan hasil pemelajaran kita kepada orang lain sehingga bermanfaat bagi sesama musafir kehidupan. Menulis juga merupakan media aktualisasi diri.

Namun untuk melakukan kegiatan yang satu ini, tidak semua orang mudah melakukannya. Banyak di antara kita mengalami kesulitan pada waktu pertama kali hendak menulis. Kadang merasa tidak ada ide/gagasan yang mau ditulis, enggan, merasa tidak bisa, takut, atau negative thinking lainnya.
Untuk itu, berikut ini saya uraikan beberapa tips yang efektif untuk mempermudah proses menulis yang saya dapatkan dari buku Quantum Learning dengan tambahan dan perubahan seperlunya.

Mulailah Secepatnya
Apapun yang akan Anda tulis, mulailah sesegera mungkin untuk menuliskannya, jangan tunggu lama-lama. Jika suatu gagasan datang, segeralah menuliskannya walau Anda sedang enggan untuk menulis. Lain lagi jika Anda merasa kosong dari ide, segera duduklah di depan komputer dan hentakkan jari-jemari Anda di atas keyboard atau ambillah bolpoin dan selembar kertas, pasti akan ada saja ide atau gagasan yang muncul. Dengan begitu Anda bisa segera mulai menulis.

Putarlah Musik
Sambil menulis, putarlah musik kesukaan Anda untuk memperlancar arus ide/gagasan Anda. Belahan otak kiri kita bekerja berdasarkan logika dan otak kanan kita bekerja berdasarkan emosi. Dengan memutar musik, otak kanan kita ikut terstimulasi sehingga bisa menghadirkan unsur emosi pada tulisan kita sehingga isinya lebih hidup.

Pilih Waktu yang Paling Sesuai
Di antara kita ada yang menulis dengan sangat baik pada pagi hari, sementara yang lain bisa lancar menulis di keheningan malam saat orang lain tidur lelap. Ada juga seorang penulis internasional yang aktivitas menulisnya seperti kelelawar, siang untuk istirahat sedangkan malamnya ia habiskan untuk berkarya. Jadi, tiap pribadi punya waktu tersendiri yang paling efektif untuk menulis. Oleh karena itu, pilihlah waktu Anda yang paling enjoy untuk menulis, yang paling sesuai dengan mood menulis Anda.

Lakukan Olahraga
Menulis merupakan aktivitas pikiran yang cukup menguras energi. Maka bila otak Anda sudah cukup tegang, segera keluarlah. Lakukan olahraga ringan agar otak mendapat cukup suplai oksigen sehingga pikiran Anda segar kembali.

Pecahkan Menjadi Bagian Kecil
Bila apa yang kita tulis merupakan sebuah proyek besar (seperti menulis sebuah buku, novel, dan sebagainya), maka pecah-pecahlah bagian yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Lalu kerjakan satu bagian pada suatu saat. Seperti memecahkan sebuah batu sebesar kerbau, kita tidak mungkin menghantamnya sekaligus. Kita pecahkan satu per satu bagian kecil terlebih dahulu, pasti lama-lama semua akan terpecahkan juga.

Bacalah Apa Saja
Bacalah majalah, koran, novel, cerpen, lirik lagu, puisi, ensiklopedia, buku-buku nonfiksi, peribahasa, komik, atau apa saja. Hal ini dapat menambah wawasan Anda tentang kehidupan, penggunaan bahasa dan gaya penulisan. Hal serupa juga dikatakan oleh Bapak Ahmad Tohari (penulis Trilogi: Ronggeng Dukuh Paruk - Lintang Kemukus Dinihari - Jantera Bianglala) saat saya bersilaturahmi ke rumah beliau. Dikatakan juga, beliau bisa membaca sampai 10 novel sebelum menulis sebuah novel. Umumnya seorang penulis adalah juga seorang pembaca yang “lahap” dan “rakus” (maksudnya dalam hal membaca).

Gunakan Warna-warna
Pada saat Anda menulis draf kasar tulisan Anda, gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap bagian atau gagasan. Hal ini akan membantu Anda untuk melihat semua bagian kertas dengan lebih baik. Warna-warna yang menarik akan mengaktifkan kerja otak kanan kita yang imajinatif sehingga kedua belah otak kita bisa bekerja secara kongruen.
Pembaca yang budiman, semoga uraian diatas bisa bermanfaat bagi Anda semua khususnya yang berkeinginan untuk belajar menulis (karya fiksi maupun nonfiksi) namun sering merasa ada sesuatu yang menghambat dalam diri Anda. Segera atasi hambatan itu dan mulailah menulis dengan penuh suka cita!

Oleh: Agus Riyanto

Read More......

5/25/2007

Tak Ada PHK Massal Pascapengesahan PP Pesangon

Jakarta (ANTARA News) - Menakertrans Erman Suparno menjamin Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pesangon yang akan segera disahkan menjadi PP, tidak akan menimbulkan PHK (pemutusan hubungan kerja) besar-besaran di dalam negeri.

"Jangan khawatir, perusahaan tidak mungkin memanfaatkan hal ini untuk mem-PHK karyawannya secara besar-besaran. PHK itu tidak mudah, karena sudah diatur dalam UU No.13/2003 dan sanksinya berat jika dilanggar," kata Erman usai mendantangani kesepakatan bersama dengan Kepala BPKP, Didi Widayadi, Jumat.

Kalau pun alasannya bangkrut, kata Erman, justru RPP ini yang harus menanganinya. "Karena dengan pailit, bangrut kan perusahaan tidak punya uang. Tapi dengan adanya jaminan pesangon, pekerja yang terkena PHK itu tidak perlu khawatir karena ada lembaga yang menjamin. Itu dijamin sekaligus dengan sistem asuransi," katanya.

Ketika ditanya tentang nilai pesangon yang dianggap beberapa serikat pekerja diskriminatif, Erman mengaku pihaknya tak mau menanggapi karena sidang plenonya baru akan digelar Jumat sore ini.

"Kalau ini saya tanggapi, tentu akan melebar. Serikat Pekerja kan perlu klarifikasi sama saya dulu. Bagi Serikat Pekerja yang bertangungjawab tentu harus setuju dengan RPP ini, karena untuk melindungi pekerja yang 99 persen upahnya di bawah Rp5 juta," katanya.

Perhitungan pesangon yang berlaku saat ini dinilainya masih diskriminaif dan tidak adil. Karena pekerja yang gajinya Rp10 juta ke atas, jika di-PHK bisa mendapat jumlah pesangon sampai bermiliar rupiah.

"Sementara, buruh paling-paling dapat Rp85 juta. Itu diskriminasi yang jika dibiarkan berbahaya. Saya ingin ada keadilan," kata Erman.

Menanggapi keluhan pengusaha yang menilai RPP ini memberatkan, Erman mengatakan sudah mengundang semuanya untuk mencari titik temu yang baik.

"Kemarin sudah kami undang pakar dan ahli bahasa. Saya juga konsultasi ke DPR," kata Menteri.

Ketika dikonfirmasi tentang nilai premi 4-5 persen, Erman menyatakan hal itu tergantung pada aktuarisnya.

"Perhitungan yang disampaikan oleh Bapak Wapres kan prediksi antara 4-5 persen, tapi kalau makin lama, katakanlah jangka waktu tiga tahun itu diharapkan hanya 1-2 persen," katanya.

Erman juga menolak jika dikatakan iuran itu terlalu kecil. Menurutnya, itu tergantung pada masa kerja.

"Kecil dari mana, kalau yang bekerja itu tinggal 3-5 tahun lagi kan tentu preminya harus besar. Sementara kalau yang baru bekerja, tentu preminya kecil," katanya.

Menurut Erman, pihaknya terus menyiapkan pondasi yang sangat bagus untuk mengatasi
bencana dana PHK menumpuk dan tidak ada yang bayar.

Saat ini terdapat 60 ribu orang yang menjadi korban PHK dengan nilai pesangon Rp500 milyar. "Saya mau tanya, siapa yang harus bertanggungjawab? Pemerintah punya anggaran darimana? Dasarnya apa? Lha wong itu PHK. Usahanya udah bangkrut dan pailit," katanya.

Program Jaminan Pesangon, menuirut dia, merupakan solusi untuk mensejahterakan pekerja.(*)

Read More......

Radio Erabaru Layangkan Protes ke Pemerintah Cina

TEMPO Interaktif, Jakarta:

PT Radio Suara Harapan Semesta (radio Erabaru) akan melayangkan nota protes kepada pemerintah Cina pekan depan karena dituduh melakukan propaganda negatif.

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Pers Hendrayana mengatakan program siaran yang dimiliki Erabaru sama seperti radio yang lain. Pemberitaannya pun telah sesuai dengan kode etik jurnalistik.

"Pemerintah Cina terlalu khawatir terhadap Falun Gong," kata Hendrayana kepada Tempo setelah mendampingi jajaran direksi radio Erabaru memberikan penjelasan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan radio Erabaru telah memberikan seluruh rekaman siaran selama satu tahun kepada KPI untuk kepentingan pemeriksaan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kedutaan Besar Cina di Indonesia meminta KPI mengawasi dan menindak tegas radio Erabaru di Batam. Materi siaran radio dengan jingle Sound of Hope itu dinilai berisi propaganda politik yang mendiskreditkan pemerintah Cina. Radio ini juga dianggap menyebarkan ajaran Falun Gong, yang dilarang pemerintah Cina.

Direktur PT Radio Suara Harapan Semesta Suhirman menegaskan radio Erabaru tidak mempunyai afiliasi langsung dengan Falun Gong, sehingga tuduhan ada pendanaan dari Falun Gong ketika stasiun radio ini didirikan tidak benar. Tapi dia mengakui sebagian pendiri Erabaru aktif mengikuti kegiatan Falun Gong. "Falun Gong kan cuma olahraga untuk kesehatan, seperti taichi. Jadi tidak jadi masalah kalau ikut," ujarnya.

Suhirman heran dengan tudingan pemerintah Cina, karena pemerintah Cina, melalui kedutaan besarnya di Jakarta, tidak menyebutkan siaran yang dianggap menjelekkan tersebut. "Kami memang pernah memberitakan soal penindasan terhadap peserta Falun Gong. Tapi itu memang benar dan layak diberitakan," katanya.

Koordinator Divisi Serikat Pekerja Aliansi Jurnalis Independen Winuranto Adhi, yang mendampingi jajaran direksi radio Erabaru, menambahkan, jika KPI memenuhi permintaan yang diajukan pemerintah Cina ke KPI agar menghentikan siaran radio, hal itu bisa menjadi preseden buruk dalam dunia penyiaran.

Menurut dia, jika KPI menghentikan siaran radio itu, bisa muncul persepsi bahwa keberlangsungan media di Indonesia bisa dikontrol oleh asing. Padahal yang seharusnya berhak memutuskan adalah pemerintah Indonesia.

KPI, Winuranto melanjutkan, tidak bisa menghentikan siaran radio Erabaru hanya dengan alasan penyebaran ajaran Falun Gong, karena Falun Gong bukan merupakan organisasi terlarang di Indonesia. "Selama sesuai dengan etika jurnalistik, tidak ada alasan untuk menghentikan siaran radio itu," ujarnya.

Anggota KPI, Muhammad Izzul Muslimin, mengatakan KPI akan mendiskusikan masalah ini dengan Departemen Luar Negeri karena yang berhak menetapkan masalah ini departemen tersebut. KPI untuk sementara tidak akan menghentikan siaran radio Erabaru karena Falun Gong bukan organisasi terlarang di Indonesia.

l Eko Nopiansyah

Read More......

5/20/2007

Greeting


Ungkapan Syukur Atas Hari Jadi ke-11


Smart FM Network
(20 Mei 2007)
Best Wishes from Perkumpulan Karyawan SmartFM
&
Segenap Staff / Crew, Jakarta


Read More......

5/16/2007

Inside Smart FM Jakarta

Anda mungkin hanya mengenal SmartFM
dari rangkaian program yang disajikan....
Namun.... pernahkan anda tergelitik...
untuk mengetahui seperti apakah program tersebut diolah....

Siapa sajakah orang orang yang berada dibelakangnya...
dan bagaimana sebuah program di godok
mulai dari bahan proses hingga sampai di ruang dengar anda....

Simak 95.9 Smart FM Jakarta hari Minggu 20 Mei 2007
mulai jam 10 pagi hingga 14 siang... Live....
Anda juga dapat berinteraksi langsung
dengan personel yang ada dibalik program terbaik smartfm...
mulai dari bagian operasi.... pemberitaan... R&D... Creative.... Produksi...
dan juga interaksi langsung dengan para tokoh yang ada dalam Sketsa Indonesia.....
Inside Smartfm.....
Disajikan dalam suasana ringan.. santai ... dan interaktif...

-Inside SmartFM, dipersembahkan dalam rangka memperingati 11 tahun SmartFM Network-

Read More......

Pemerintah Bahas Rancangan Peraturan PESANGON

TEMPO Interaktif, Jakarta Rabu, 16 Mei 2007

Pemerintah akan membahas penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pesangon dan RPP tentang Jaminan Pesangon. Rapat pembahasan tersebut akan dipimpin langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Presiden sore nanti pukul 14.00.

Pemerintah mentargetkan kedua Rancangan tersebut dapat diselesaikan pada bulan ini. "Bulan Mei ini kita selesaikan, (sehingga) ada jaminan pesangon dibayar sesuai dengan ketentuan yang ada," kata Kalla pada keterangan persnya saat menanggapi perayaan hari buruh 1 Mei lalu.

Dalam Rancangan tersebut pengusaha akan diwajibkan mengalokasikan dana untuk asuransi pesangon karyawan. Kalla saat itu menjelaskan besaran premi yang harus dibayar tergantung pada masa kerja karyawan sehingga semakin lama seorang karyawan bekerja, maka akan semakin besar pula pesangon yang diperolehnya.

Kalla mengatakan, berdasarkan perhitungan Jamsostek premi akan berkisar antara 2-5 persen dari gaji per satu karyawan. Ia mencontohkan, jika gaji karyawan besarnya Rp 1 juta maka premi yang harus dibayar antara Rp 20-50 ribu setiap bulannya.

OKTAMANDJAYA WIGUNA

Read More......

Polri Usut Polisi yang Lecehkan Wartawati

JAKARTA—MIOL,15 Mei 2007

Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Gordon Mogot berjanji kepada wartawati MH dan beberapa wartawan, akan menyidik kasus pelesehan seksual terhadap MH.
Menurut Andi Lala, wartawan Mabes Polri, Gordon Mogot akan memeriksa siapa saja polisi yang bertugas dan berpakaian dinas, saat kejadian pelecehan itu terjadi.
"Jika ketahuan identitasnya, akan ditindak tegas," ujar Gordon, Senin (15/5).

Sebelumnya, Rabu (9/5), terjadi tindakan keras terhadap para wartawan saat acara HUT Bhayangkari di Mabes Polri. Saat itu, baik wartawan maupun wartawati didorong keras agar keluar dari acara. Padahal, sebelumnya, tidak ada larangan masuk. Bahkan, beberapa panitia menyuruh masuk.
Saat itu, sempat terjadi cekcok dan si polisi berkata kasar sehingga hampir terjadi pemukulan. Namun, beberapa polisi dan wartawan mencegah perkelahian dan meminta wartawan menjauh. Saat wartawan mengadu ke Gordon Mogot, dia menginstruksikan anggota untuk menerima pengaduan wartawan.
Namun, saat akan membuat laporan, si penerima pengaduan menyuruh damai. Wartawan pun akhirnya mengalah dan membatalkan laporan.

Read More......

5/05/2007

if not now more when??

Read More......

ALpHAbETiC 4 SUcceSS

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.

A : ACCEPT
-- Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B : BELIEVE
-- Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup

C : CARE
-- Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup

D : DIRECT

-- Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri

E : EARN
-- Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik

F : FACE
-- Hadapi masalah dengan benar dan yakin

G : GO
-- Berangkatlah dari kebenaran

H : HOMEWORK
-- Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi

I : IGNORE
-- Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan

J : JEALOUSLY
-- Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri

K : KEEP
-- Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal

L : LEARN
-- Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya

M : MIND
-- Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain

N : NEVER
-- Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol

O : OBSERVE
-- Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain

P : PATIENCE
-- Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha

Q : QUESTION
-- Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu

R : RESPECT
-- Hargai diri sendiri dan juga orang lain

S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT
-- Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang

T : TAKE
-- Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda

U : UNDERSTAND
-- Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda

V : VALUE
-- Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik

W : WORK
-- Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a

X : X'TRA
-- Usaha lebih keras membawa keberhasilan

Y : YOU
-- Anda dapat membuat suatu yang berbeda

Z : ZERO
-- Usaha nol membawa hasil nol pula

Read More......

5/01/2007

Jurnalis Tolak Amplop, Perjuangkan Upah Layak

Press Release
Peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2007:
JURNALIS TOLAK AMPLOP, PERJUANGKAN UPAH LAYAK!













Jurnalis adalah buruh. Itulah kenyataannya. Sayang, hingga kini, nasib jurnalis masih belum secerah yang diharapkan. Upah jurnalis masih jauh dari kata layak. Jika dibandingkan dengan upah jurnalis Malaysia ataupun Thailand, gaji jurnalis Indonesia hanya seperempatnya. Menurut Dewan Pers, saat ini tersebar 829 media cetak, 2.000-an stasiun radio, dan 65 stasiun televisi. Namun, perusahaan media cetak yang berkualitas hanya 249 perusahaan atau 30%, sementara media elektronik yang layak bisnis cuma 10%.

Artinya, begitu mudah pemodal mendirikan perusahaan media, tapi tak memperhitungkan kelayakan kesejahteraan pekerjanya. Pengusaha media kerap berlindung di balik rendahnya tiras, iklan yang minim, dan lain-lain, untuk tidak menaikkan upah dan kesejahteraan pekerjanya. Celakanya pula, di Indonesia belum ada regulasi yang mengatur tentang kelayakan modal sebuah perusahaan media bisa berdiri, termasuk berapa besar perusahaan media minimal harus mengupah pekerjanya.

Menurut survei AJI Indonesia pada 2005, masih ada media yang menggaji jurnalisnya Rp 200 ribu sebulan. Sebuah angka yang masih sangat jauh dari upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah. Akibatnya, jelas. Mutu liputan jadi asal-asalan, dan banyak jurnalis yang terjebak di dalam pusaran amplop. Padahal amplop makin mengaburkan jurnalis dari independensi dan objektivitas. AJI memang sejak awal berdiri dengan tegas menolak amplop. Solusinya, apalagi jika bukan upah layak bagi jurnalis.

Menurut survei AJI Jakarta tahun 2006, upah layak minimum jurnalis Jakarta sebesar Rp 3,1 juta. Tentu jumlah tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi inflasioner saat ini. Angka ini bukanlah angka yang muluk. Jurnalis bisa meraihnya dengan cara perjuangan bersama. Solidaritas, berorganisasi, berserikat adalah kuncinya.

Namun, perjuangan jurnalis melalui serikat pekerja, harus diakui, membutuhkan stamina yang panjang. Tak jarang terjadi manajemen menghalangi sikap kritis jurnalisnya. Tindakan anti-serikat masih kental terasa di beberapa media. Padahal hak berserikat dilindungi oleh Undang-Undang 21/2000 tentang Serikat Buruh/Pekerja.

Contoh telanjang yang bisa kita lihat adalah pemecatan jurnalis Kompas, Bambang Wisudo, Desember silam. Pendepakan Wisudo yang tak lain adalah sekretaris Perkumpulan Karyawan Kompas (PKK), sangat kental beraroma pemberangusan aktivitas serikat pekerja (union busting). Wisudo dimutasi ke Ambon—sementara Syahnan Rangkuti (ketua PKK) dimutasi ke Padang—setelah beberapa waktu sebelumnya PKK berhasil mendesak manajemen Kompas untuk memberikan deviden saham karyawan sebesar 20%.

Itulah. Nasib jurnalis memang begitu ironis. Jurnalis galak dan garang mengritik pedas setiap kebijakan pemerintah dan penguasa, tapi tak punya posisi tawar di hadapan manajemennya sendiri. Ibarat kata, besar di luar namun kecil di dalam perusahaannya sendiri. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan begitu saja. Jurnalis harus bersatu, berbareng bergerak memperjuangkan hak-haknya.

Oleh karenanya dalam peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2007 ini, AJI Jakarta menyerukan kepada seluruh pekerja media (jurnalis, bagian iklan, percetakan, sirkulasi, keuangan, dan lain-lain) untuk bersatu mengorganisasikan diri dalam serikat pekerja. Selain itu, dalam hari kemenangan kaum buruh sedunia ini, AJI Jakarta juga menuntut:
1. Perusahaan media untuk memberikan upah layak bagi jurnalis atau seluruh pekerjanya.
2. Perusahaan media untuk memberikan hak berserikat kepada pekerjanya.
3. Hentikan pemberangusan serikat pekerja di perusahaan media.

Dengan upah yang layak, integritas jurnalis makin terbangun. Mutu media pun makin terasah.

Jurnalis Juga Buruh!
Persatuan bagi Pekerja Media!

Jakarta, 30 Mei 2007

Winuranto Adhi
Koordinator Divisi Serikat Pekerja

Jajang Jamaludin
Ketua AJI Jakarta

foto- Kompas:Emilius.C.Alexey

Read More......
Copyrights @ 2006 Perkumpulan Karyawan SmartFM - Jakarta, Indonesia
http://crew-smartfm.blogspot.com

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP